Dubes AS untuk Estonia Mundur dari Jabatannya Lantaran Kecewa Pernyataan Trump


Kabar mengejutkan datang dari Duta Besar AS untuk Estonia yang mana mengundurkan diri karena ia merasa frustasi dengan pernyataan-pernyataan Trump serta perlakukan presiden kontroversional tersebut terhadap sekutunya di Eropa.

Efektif Mundur per 29 Juli 2018

Pengunduran diri James D. Melville Jr. sebagai duta besar AS untuk Estonia ini diberitakan pertama kali oleh Majalah Foreign Policy. Ia merupakan dubes AS ketiga yang mana mengundurkan diri dari jabatannya di Kementerian Luar Negeri. Majalah tersebut juga mengutip postingan pribadi milik Melville yang ada di Facebook. Di dalam postingan tersebut, sang diplomat mengutarakan apa alasannya mengundurkan diri dan pensiun lebih awal.

“Seorang pegawai Kementerian Luar Negeri deprogram dan juga dididik sejak awal untuk mendukung kebijakan. Apabila pada satu titik kami tak dapat melakukannya, khususnya jika seseorang dalam posisi pemimpin, cara yang mana paling terhormat adalah mengundurkan diri,” tulisnya seperti dilansir dari CNN Indonesia.

“Setelah melayani sebanyak 6 presiden dan juga 11 menteri luar negeri, saya tak pernah berpikir akan mencapai titik tersebut.”

Meville juga mengutip pernyataan-pernyataan dari Presiden Trump yang mana jadi alasan baginya untuk mengundurkan diri. “Untuk seorang presiden mengatakan bahwa Uni Eropa ‘dibentuk untuk mengambil keuntungan dari Amerika Serikat, menyerang ‘celengan’ kami, atau ‘NATO seburuk NAFTA’ tidak hanya salah dari segi factual namun juga membuktikan pada saya bahwasanya sudah waktunya bagi saya untuk pergi,” lanjutnya.

Dikutip dari CNN Indonesia juga, jubir Kementerian Luar Negeri memastikan pengundurkan dubes AS untuk Estonia tersebut.

“Duta besar Amerika Serikat untuk Estonia, Jim Meville, mengumumkan niatnya untuk mengundurkan diri dari Dinas Luar Negeri, efektif mulai tanggal 29 Juli setelah kurang lebih 33 tahun melayani public,”ungkap Kementerian Luar Negeri hari Minggu (1/7).

Pernyataan Trump Rusak Hubungan AS-Eropa

Pengunduran diri Meville ini juga terjadi ketika meningkatnya ketegangan aliansi, yang mana sebelum Trump menjadi presiden adalah hubungan agen togel online yang paling solid dan bisa diandalkan oleh Amerika Serikat. Akan tetapi serangan Trump pada anggota NATO, perang dagang dengan beberapa negara Uni Eropa, dan juga penolakan atas kesepakatan nuklir Iran serta kesepakatan iklim Paris, juga tak ketinggalan serangan pada para pemimpin Eropa seperti misalnya Kanselir Jerman, Angela Merkel, sudah sangat merusak hubungan AS dengan Eropa.

Banyak sekali pejabat Eropa yang merasa sangat khawatir pada kehadiran Trump di KTT NATO yang diadakan di Brussels, Belgia, pada pertengahan Juli mendatang. Mereka juga khawatir pertemuan Presiden Trump dengan Vladimir Putin, presiden Rusia, setelahnya akan tampak lebih bersahabat lagi ketimbang pertemuan NATO.

“Sekarang kami mengalami krisis besar,” ungkap salah seorang diplomat Eropa dikutip dari CNN Indonesia. pengunduran diri Meville ini pasalnya juga diikuti oleh Susan Thornton yang mana rencananya akan menjadi Asisten Menlu soal Asia Timur. Pejabat Kementerian Luar Negeri juga mengatakan bahwa Thronton mengajukan pensiun dini mulai pada bulan Juli.

Sebelum Meville, ada dubes AS untuk Panama, John Feely, yang mengundurkan diri juga pada bulan Januari 2018 lalu. “Sebagai pegawai dnas luar negeri, saya menandatangani sumpah untuk melayani Presiden dan pemerintahannya dengan setia tanpa berpolitik, bahkan apabila saya mungkin tidak setuju dengan kebijakan tertentu. Instruktur-instruktur saya juga menjelaskan bahwa jika saya tak bisa melakukan itu adalah sebuah kehormatan jika saya mengundurkan diri saja. Dan saat itu sudah tiba,” tukasnya.