Imbas Politisasi CFD, Settingan Atau Intimidasi?


Suhu politik jelang pemilihan Presiden tahun 2019 memang semakin panas saja. Mereka yang jelas-jelas mendukung Jokowi untuk kembali jadi Presiden semakin merapatkan barisan. Namun kelompok yang ingin mengganti Presiden tahun depan juga tak mau kalah menyuarakan pendapat kritis mereka.

 

Salah satu aksi yang dianggap tidak mendukung pemerintahan Jokowi adalah memakai kaos bertuliskan #2019GantiPresiden. Mereka bahkan tampak semakin terang-terangan memperlihatkan pilihan mereka di ruang publik. Hanya saja beberapa waktu lalu, diduga sekelompok massa #2019GantiPresiden dituding melakukan intimidasi kepada seorang perempuan dan anaknya yang memakai kaos bertuliskan #DiaSibukKerja.

 

Kejadian itu terjadi hari Minggu (29/4) saat acara Car Free Day (CFD) di Jakarta Pusat. Seorang perempuan bernama Susi Ferawati dan putranya mengalami kejadian kurang mengenakkan dari massa pemakai kaos #2019GantiPresiden. Dalam berbagai video dan foto, Susi yang memakai kaos #DiaSibukKerja beserta putranya tampak dikerumuni banyak orang yang mengitimidasinya dengan berbagai kata sindiran seperti, ‘Bayar bu ya’, ‘Nasi bungkus ya, nasi bungkus. Dasar nggak punya duit’, ‘Dasar lu kerja mulu. Lu kayak babu’ dan ‘Dasar cebong, kaus dikasih ya? Beli dong 50 ribu’, seperti dilansir detik.com.

 

Kejadian itu rupanya membuat putra Susi ketakutan hingga menangis. Tidak terima, Susi sudah membuat laporan ke Polda Metro Jaya hari Senin (30/4) lalu. Susi sendiri mengaku kalau dia memang memakai baju bertuliskan #DiaSibukKerja atas inisiatifnya sendiri karena dia merupakan simpatisan Jokowi.

 

Gerindra-PKS Nilai Bukan Intimidasi

 

Pergesekan massa di CFD memang jadi sorotan banyak pihak karena aksi itu tidak sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 12 Tahun 2016 tentang Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) alias CFD. Di mana sesuai Pergub itu, area CFD dilarang digunakan untuk kegiatan berbau politik karena hanya diperbolehkan untuk aksi bertema lingkungan hidup, olahraga, seni dan budaya. Tak heran kalau relawan #2019TetapJokowi mengecam keras dugaan aksi barbar intimidasi dari massa #2019GantiPresiden. Kelompok ini bahkan mendesak Gubernur Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno bersikap tegas.

 

Sementara itu Waketum Gerindra, Fadli Zon, justru menilai kalau pergesekan massa di CFD adalah hal wajar. “Saya yakin mereka tidak melakukan intimidasi. Itu dinamika yang ada di lapangan, biasa. Mungkin ngejek sedikit-sedikit, ya wajar sajalah. Yang penting jangan sampai pada pemukulan fisik. Kalau soal isu massa #2019GantiPresiden itu relawan Prabowo Subianto, memangnya mereka nyebut diri begitu? Nggak ada kan? Makanya itu jadi disebut seolah-olah relawan pak Prabowo.”

 

Berbeda dengan Fadli, Ketua DPP PKS yang juga salah satu inisiator #2019GantiPresiden yakni Mardani Ali Sera malah balik mempertanyakan pihak togel sydney yang memprovokasi karena tiba-tiba datang di tengah massa #2019GantiPresiden.

 

Misteri Gelang Kode

 

Di tengah kontroversi, pegiat media sosial Mustofa Nahrawardaya pemilik akun Twitter @netizentofa justru memicu sensasi lain. Sempat menyarankan agar Susi melepas baju saja biar anaknya tak menangis, Mustofa menduga jika Susi memakai gelang kayu berbentuk biji kotak berwarna cokelat yang disebut #GelangKode dan dipakai massa #2019GantiPresiden serta #DiaSibukKerja untuk saling mengenali.

 

Mustofa pun curiga bahwa aksi intimidasi yang dialami Susi itu hanya settingan belaka untuk membuat citranya buruk. Dirinya pun dilaporkan oleh Susi karena komentarnya di Twitter. Membantah tudingan Mustofa, Muannas Alaidid selaku pengacara Susi menjelaskan gelang itu dibeli Susi saat umrah di Madinah dan seluruh tudingan Mustofa cuma pencocokan belaka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *