Skandal Hoes Hoin guncang militer Amerika


Skandal Hoes Hoin saat ini tengah mengguncang Korps Marinir dan Angkatan Laut Amerika Serikat dengan tersebarnya foto-foto bugil para prajurit wanita Negara Paman Sam tersebut. Skandal memalukan ini membuat pihak berwenang bersikap tegas, sebagaimana dilansir dari Situs Task and Purpose minggu lalu, berhubungan dengan skandal tersebut sebanyak 55 orang anggota marinir diseret ke pengadilan dengan tuduhan penyalahgunaan jejaring social media.

 

Mayor Brian Block, juru Bicara Korps Marinir Amerika memberikan keterangan bahwa dari para tersangka tersebut, 6 menjalani pengadilan militer khusus, seorang menjalani pengadilan militer cepat, 6 telah dipecat dari posisinya, 15 orang diganjar dengan hukuman non-yudisial, serta 27 orang memperoleh sangsi administrative. Lebih lanjut Block menyatakan bahwa penyelidikan ini merupakan penyalahgunaan media social karena terjadi di laman Facebook.

 

Pihak marinir dikatakan juga meminta bantuan Dinas Penyelidikan Kriminal Angkatan laut untuk melakukan penyelidikan apakah di berbagai media social lainnya ada foto bugil yang tersebar. Jenderal Robert Neller, Komandan Korps Marinir, sebagaimana dilansir dar Military.com  berkata bahwa setiap anggota prajurit Amerika dilarang melakukan pelecahan kepada rekan satu profesi mereka.

 

Vice News sebelumnya  mempublikasikan keberadaan sebuah akun Dropbox rahasia yang digunakan untuk menyebarkan foto-foto asusila tentara wanita AS. Hoes Hoin adalah nama folder yang ternyata menyimpan 267 foto asusial tersebut serta 3 subfolder untuk foto-foto dengan kategori tertentu. Beberapa gambar bahkan menunjukkan para prajurit Domino qiu qiu wanita tersebut mengenakan seragam serta tanda pengenal.

 

Beberapa foto merupakan swafoto dan ada pula yang difoto oleh orang  lain. Link Dropbox ini pertama kali dipublikasikan sekitar 2 minggu yang lalu pada sebuah grup Facebook bernama  Blame Marines United (Non-Butthurt Edition) yang mempunyai sekitar 400 anggota. Seorang veteran Korps Marinir bernama Erin Kirk Cuomo kemudian melaporkan kasus tersebut lalu FB menutup grup eksklusif itu.

 

Sebagai salah satu pendiri sebuah kelompok advokasi #NotinmyMarineCorps, Cuomo mengaku kecewa dengan gagalnya militer USA mengindentifikasi serta menonaktifkan grup tersebut. Perlu diketahui bahwa kasus asusila ini bukanlah yang pertama bagi Marinir AS. Di 2017 lalu Pusat Investigasi AS melaporkan keberadaan grup rahasia di Facebook dengan nama Marinir United.

 

Grup dengan anggota 30 ribu tersebut secara teratur membagikan ratusan sampai ribuan foto bugil sehingga pihak berwenang  harus mengeluarkan peraturan yang berkaitan tentan penyebaran gambar yang dinilai asusila pada akhir tahun 2017. Aksi menyebarkan serta membagikan gambar yang tidak pantas berpotensi mendapat sanksi pidana dan pelaku akan diberi hukuman militer atau dipecat dengn tidak hormat.

 

Untuk menangani kasus tersebut serta mengantisipasi agar ratusan foto telanjang prajurit wanita AS itu tidak tersebar semakin luas kabarnya pihak pemerintah telah mengucurkan dana hingga 18 juta dollar AS atau 247 miliar rupiah.  Carla Gleason, juru bicara Pentagon menyatakan bahwa pihak Kementrian Pertahanan akan terus mengawasi serta memeriksa aktivitas pada social media.

 

Tetapi sebagaimana diketahui bahwa platform media social menjadi kian canggih sehingga tantangan untuk upaya tersebut menjadi semakin besar. Yang penting, menurut Gleason adalah tetap waspada serta menyelidiki pelaku pelanggaran termasuk identifikasi para korban perundungan di dunia maya. Juru bicara Dropbox sementara itu menyatakan bahwa link yang memuat foto-foto tidak pantas itu telah dihapus.

 

Lebih jauh pihak berwenang telah menegaskan bahwa bila menemukan tindak pelanggaran konten akan segera dinonaktifkan dan berlanjut dengan tindakan lain bila dibutuhkan, yaitu melaporkan kepada penegak hukum serta pelarangan konten dimaksud.