Fakta Dibalik Film Hoax


Tak dapat dipungkiri bahwa film tanah air beberapa tahun belakangan ini seakan mendapatkan lagi “rumah”nya dengan produktivitas sineas-sineas muda berbakat di Indonesia yang sukses meracik film-film bermutu dan menyajikannya pada publik di dalam negeri. Inilah sebabnya tingkat kepercayaan masyarakat kepada film dalam negeri juga semakin meningkat sehingga beberapa film Togel Online sukses meraih hingga jutaan penonton serta penghasilan yang fantastis.

 

Di bulan Februari ini actor kawakan Tora Sudiro dan Vino G. Bastian akan menyapa Anda dengan film berjudul Hoax karya sutradara Ifa Isfansyah serta diproduseri oleh Indy Pictures dan Fourcolourfilms. Berikut sinopsisnya.

 

Synopsis singkat film Hoax

Film ini mengisahkan tentang tiga kakak beradik, Tora Sudiro sebagai putra sulung, Vino adalah anak kedua, dan Tara adalah putri bungsu. Cerita berawal saat ketiganya berkumpul di rumah sang ayah sementara masing-masing dari mereka mempunyai kisah yang saling dirahasiakan dari saudara-saudaranya.

 

Setelah acara keluarga itu berakhir konflik antar saudara ini pun dimulai dengan rahasia yang masing-masing mulai terkuak. Penasaran dengan akhir ceritanya? Film ini sudah dapat disaksikan di bioskop sejak 1 februari 2018.

 

Fakta film Hoax

Tak hanya mempunyai plot cerita yang menarik, film yang memulai syutingnya di tahun 2012 ini juga menyimpan fakta yang semakin membuat Anda tertarik untuk menyaksikan.

 

  1. Diproduksi untuk kepentingan festival

Film Hoax sendiri sesungguhnya telah selesai digarap sejak tahun 2012 silam dan ditayangkan untuk mengikuti ajang festival di tahun depannya. Baru setelah 5 tahun berlalu film ini dipublikasikan secara komersil. Untuk menyesuaikan dengan kebutuhan komersil, terdapat beberapa adegan yang harus dipotong. Jadi terdapat beberapa perbedaan antara versi festival dengan film yang ditayangkan di layar lebar.

 

  1. Judulnya diganti

Setelah proses editing yang dilakukan berulang kali film yang sudah ditayangkan di berbagai festival film bergengsi di manca Negara ini mengalami perubahan judul. Sebelum berjudul Hoax, judul asli film ini adalah Rumah dan Musim Hujan.

 

  1. Penayangan perdana di Rotterdam Belanda

Alih-alih di tanah air, film Hoax ini justru diputar perdana pada International Festival Film Rotterdam di bulan Januari 2013 masih dengan judul aslinya, yaitu Rumah dan Musim Hujan. Setelah Belanda film ini juga diputar pada ajang festival di Singapura dan Indonesia saat menjadi tuan rumah.

 

  1. Tantangan para pemain

Bila biasanya kita menyaksikan Tora dan Vino sangat ekspresif hingga konyol pada film sebelumnya (Warkop DKI Reborn), di sini Vino yang memerankan Ragil harus menghadapi tantangan baru. Karakter Ragil adalah pria yang dingin serta tak banyak bicara sehingga Vino harus dapat memunculkan karakter wajah yang tepat untuk berbagai situasi yang dihadapi. Demi pendalaman aktingnya, selama syuting film ini Vino diminta tak terlalu banyak bertemu serta bergaul dengan Tora. Hal yang sama juga dialami Tora dimana ia harus dapat membawakan sosok Raga yang serius dan sangat jauh berbeda dengan karakter aslinya. Tentu saja ini bukan hal yang terlalu sulit bagi actor peraih piala Citra tersebut.

 

  1. 3 Genre dalam sebuah film

Yang menjadi daya tarik tersendiri dari film ini adalah adanya 3 genre dalam sebuah film, yaitu komedi, drama, serta horror. Sebenarnya ini adalah hal yang tak disengaja dan hadir begitu saja setelah proses pengambilan gambar dan editing rampung. Untungnya 3 genre tersebut dapat saling mengisi dan melengkapi bagian-bagian cerita film Hoax ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *